Diunggah oleh : humas.yayasan2 -02 Oktober 2026-
Digitalisasi global dan perkembangan internet telah mendorong adanya penggunaan AI di kalangan masyarakat, tak terkecuali di lingkungan Kampus St. Angela Bandung. Untuk mempersiapkan para pendidik dan tenaga pendidik dalam menghadapi perkembangan AI, Yayasan Widya Bhakti bersama dengan PYPU mengadakan sosialisasi implementasi kebijakan AI pada Sabtu, 26 September 2026 di Auditorium Brescia. Kegiatan sosialisasi tersebut dibawakan oleh Bapak Gintoro FX, S. Kom, M.M. & Bapak Sunardi, S.Kom, M.M.S.I. sebagai narasumber, serta Sr. Maureen Damayanto, OSU sebagai moderator.
Kegiatan diawali dengan pembahasan mengenai perkembangan AI dalam satu tahun terakhir. Dalam kurun waktu tersebut, teknologi AI mengalami perkembangan yang sangat pesat dan semakin canggih. Perkembangan ini kemudian dikaitkan dengan proses pembelajaran di era digital, dimana terdapat dua pendekatan teknologi yang dapat diterapkan di ruang kelas, yakni Jalur menara babel (Jebakan Teknokrasi) dan Jalan Nehemia (Pendekatan Humanis). Jalur menara babel memiliki tujuan untuk efisiensi waktu dan penyelesaian tugas secara cepat, sehingga memiliki dampak ketergantungan pada AI untuk menyelesaikan tugas. Sedangkan, jalan Nehemia (Pendekatan Humanis) memiliki tujuan untuk pemberdayaan, literasi kritis & kolaborasi, sehingga memiliki dampak dimana penggunanya tidak bergantung pada AI, melainkan menggunakannya secara kritis sebagai alat bantu yang dapat merangsang pertanyaan mendalam, serta membangun komunitas.
Beliau menyampaikan bahwa para pendidik mengalami pergeseran pedagogis, yakni menilai proses, bukan sekedar hasil. Maka dari itu, sebaiknya para pendidik meninggalkan gaya belajar yang berfokus pada hafalan, dan beralih ke project based learning & penilaian autentik yang mengukur proses berpikir, kolaborasi, dan karya inovatif. Sesi kedua dilanjutkan oleh Bapak Sunardi, S.Kom, M.M.S.I. membahas lebih dalam mengenai dokumen kebijakan AI Kampus Ursulin St. Angela Bandung. Pemaparan disampaikan dengan cara yang interaktif, yaitu melalui permainan kahoot. Setiap pertanyaan dibahas secara rinci yang menjelaskan lebih dalam mengenai isi dokumen kebijakan AI. Akhir sesi pemaparan, para pendidik dan tenaga pendidik diberikan kesempatan untuk bertanya seputar penggunaan AI dalam dunia pendidikan.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Kampus St. Angela Bandung terus berupaya mempersiapkan para pendidik dan tenaga kependidikan agar mampu menghadapi perkembangan teknologi secara bijak. Penggunaan AI diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran sekaligus tetap menempatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai bagian penting dalam pendidikan.
- Humas Yayasan -